1. Pengertian Bisnis
Menurut Hooper, bisnis adalah Segala dan
keseluruhan kompleksitas yang ada pada berbagai bidang seperti penjualan
(commerce) dan industri, industri dasar, processing, dan industri manufaktur
dan jaringan, distribusi, perbankkan,insuransi, transportasi, dan seterusnya
yang kemudian melayani dan memasuki secara utuh (which serve and
interpenetrate) dunia bisnis secara menyeluruh.
Sedangkan menurut Urwick dan Hunt, bisnis adalah segala
perusahaan yang membuat, mendistribusikan, ataupun menyediakan segala barang
ataupun jasa yang dibutuhkan oleh anggota masyarakat lainnya serta bersedia dan
mampu untuk membeli atau membayarnya.
Menurut Prof. Owen, bisnis adalah sebuah perusahaan yang
berhubungan dengan produksi dan distribusi barang-barang untuk dijual ke
pasaran ataupun memberikan harga pada setiap jasanya.
Menurut Prof. L. R. Dicksee, bisnis adalah suatu bentuk
aktivitas yang utamanya bertujuan untuk memperoleh keuntungan bagi yang yang
mengusahakan atau yang berkepentingan dalam terjadinya aktivitas tersebut.
2. Fungsi Bisnis
Fungsi bisnis adalah untuk menciptakan nilai (kegunaan)
suatu produk, yang semula kurang bernilai, setelah diubah atau diolah menjadi
menjadi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat / konsumen.Nilai kegunaan (utility
Value) yang diciptakan oleh kegiatan bisnis, sehingga dapat memenuhi kebutuhan
masyarakat adalah terangkum dalam fungsi utama bisnis.
Fungsi utama bisnis adalah menciptakan nilai suatu produk
atau jasa dengan cara :
· Mengubah bentuknya (form utility), yang tidak lain dari
fungsi produksi.
· Memindahkan tempat produk itu (place utility), atau
fungsi distribusi.
· Mengubah kepemilikan (possessive utility), yaitu fungsi
penjualan.
· Menunda waktu kegunaan (time utility), atau fungsi
pemasaran
Steinhoff menyebutkan ada tiga fungsi utama bisnis,
yaitu :
· Acquiring raw material (Mencari bahan mentah)
· Manufacturing raw materials into product (Mengubah bahan
mentah menjadi barang jadi)
· Distributing product to consumers (Menyalurkan barang
yang sudah jadi tersebut ketangan konsumen)
3. Mikro dan Makro Bisnis
Dalam bisnis juga terdapat Mikro dan Makro ekonomi. Makro
ekonomi dan Mikro ekonomi adalah dua cabang utama ekonomi. Mikroekonomi adalah
cabang yang berfokus pada bagaimana individu, rumah tangga, dan organisasi
membuat keputusan mereka untuk mendistribusikan sumber daya yang terbatas, biasanya
di pasar yang melihat perdagangan barang atau jasa. Ekonomi mikro mempelajari
bagaimana keputusan-keputusan ini mempengaruhi umum pasokan dan permintaan
untuk komoditas dan jasa. Seperti kita ketahui, pasokan adalah salah faktor
yang menentukan harga, yang pada gilirannya, menentukan penawaran dan
permintaan barang dan jasa. Mikro ekonomi biasa juga disebut sebagai pandangan
"bottom-up economy" (bawah ke atas), atau bagaimana orang berurusan
dengan uang, waktu, dan sumber daya yang tersedia.
Mikro ekonomi berfokus pada pasokan dan permintaan dan
kekuatan lain yang menentukan tingkat harga yang terlihat dalam perekonomian.
Sebagai contoh, mikroekonomi akan melihat bagaimana sebuah perusahaan tertentu
bisa memaksimalkan produksi itu dan kapasitas sehingga dapat menurunkan harga
dan lebih mampu bersaing dalam industrinya.
Sedangkan Makroekonomi adalah cabang yang mempelajari
"jumlah total kegiatan ekonomi, berhubungan dengan masalah pertumbuhan,
inflasi, pengangguran, kebijakan nasional ekonomi yang berasal dari inisiatif
pemerintah (misalnya perubahan tingkat pajak, dll). Sebagai contoh,
makroekonomi akan melihat bagaimana peningkatan / penurunan ekspor bersih akan
mempengaruhi jumlah devisa suatu bangsa atau bagaimana GDP akan dipengaruhi
oleh tingkat pengangguran.
4. Aspek - Aspek Bisnis
A.Aspek Pasar
Membaca pasar secara akurat merupakan langkah yang sangat
penting sebelum memulai usaha. Produk pesaing yang banyak bukan alasan kita
untuk mengurungkan niat memulai usaha. Justru sebaliknya dengan banyak nya
pesaing memperlihatkan bahwa pasar yang kita masuki sangat terbuka. Sebaliknya
kalau jumlah pesaing sedikit atau tidak ada, jangan lantas kita terjun ke ceruk
pasar tersebut, jangan-jangan memang tidak ada pangsa pasarnya. Bila kita
memasuki pasar yang ketat kuncinya adalah produk yang unik, yang berbeda dengan
yang lain, yang ada keunggulannya dengan yang lain.
B.Aspek Pemasaran
Berdasarkan analisis pasar yang ada, aspek pemasaran harus
disesuaikan dengan target market yang akan kita bidik. Perlu diperhatikan empat
aspek pemasaran yaitu 4 P :
Product
Produk / Jasa mencakup mutu, kemasan, layanan, rasa, purna
jual yang disesuaikan dengan konsumen.
Price (Harga)
Harga harus disesuaikan dengan target konsumen yang akan
kita bidik. Harga untuk konsumen yang berpenghasilan tinggi, menengan, atau
bawah. Sesuaikan harga, produk dengan target konsumen.
Place (Tempat Menjual)
Lokasi adalah salah satu faktor penting yang perlu
diperhatikan. Setiap usaha mempunyai kharakteristik tempat yang disesuaikan
dengan jenis usaha dan target konsumennya. Lakukan survey untuk mencari tempat
yang sesuai. Amati potensi pasarnya, potensi permintaanya, dan prospek
pengembangan wilayahnya.
Promosi
Promosi tidak harus mahal, brosur, iklan baris adalah salah
satu bentuk promosi. Produk yang bagus pun bisa menjadi bentuk promosi mouth to
mouth jika produk kta kita memang disukai konsumen. Lakukan promosi yang
kontinyu supaya memberikan effek kontinuitas produk kita.
C.Aspek SDM
SDM adalah salah satu asset usaha yang berharga, sebelum
memilih pegawai perhatikan masalah kepribadian, kesetiaan dan kemampuanya.
Kalau usaha kita masih kecil pilihlah pegawai yang serba bisa atau multitasking
Job Desk, sehingga kita bisa menghemat anggaran.
D.Aspek Teknis
Aspek teknis berkaitan erat dengan teknis produksi dan
operasional. Kita harus merencanakan dengan baik bagaimama produksi berjalan,
dimana kita mencari bahan baku, bagaimana proses produksinya, bagaimana cara
pengemasannya. Kita sebaiknya memiliki keterampilan yang baku dalam aspek ini
supaya menghasilkan produksi yang efisien dan effektif.
E.Aspek Keuangan
Aspek yang paling penting dalam studi kelayakan usaha
adalah perhitungan matematis untung rugi. Berapa modal yang dibutuhkan. Berapa
biaya produksi, biaya promosi sehingga kita bisa menentukan harga jual yang
kompetitif dengan memperjuangkan keungtungan yang kita harapkan. Kita juga
harus memperhitungkan return of investment (ROI) atau tingkat pengembalian
modalnya. Perhatikan juga arus kas (Cashflow). Selama arus kas masuk lebih
besar dari arus keluar berarti usaha kita tetap bisa jalan. Arus kas
diibaratkan darah dalam tubuh kita.Perlu diketahui studi kelayakan ini untuk
usaaha dalam skala kecil atau rumahan yang tidak memerlukan perhitungan yang
rumit.
5. Proses Bisnis
Proses Bisnis adalah suatu kumpulan aktivitas atau
pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah
tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan (demi meraih tujuan tertentu).
Suatu proses bisnis dapat dipecah menjadi beberapa subproses yang masing-masing
memiliki atribut sendiri tapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari
superprosesnya. Analisis proses bisnis umumnya melibatkan pemetaan proses dan
subproses di dalamnya hingga tingkatan aktivitas atau kegiatan.
6. Karakter Bisnis
Bisnis Instan
Dari segi keuntungan, bisnis ini cenderung cepat memberikan
hasil, margin dari investasi yang diberikan cenderung besar hitungan bisa
diatas 10% perbulan. Modal yang dikeluarkan pun cenderung besar, dengan
pertanggung jawaban pengelola yang sangat singkat, paling lama hanya 3 hingga 4
bulan saja ya walaupun ada yang sampai 1 tahun. Bisnis seperti ini cenderung
mudah untuk diselewengkan, karena konsep bisnis ini terlalu sederhana bagi sang
investor. Cukup menginvestasikan dana –> Menandatangani akad bagi hasil /
prosentase margin –> Mendapat Margin + Modal –> Jika ingin diperpanjang
maka dibuat akad baru, jika tidak maka selesai.
Contoh bisnis ini adalah Purchasing Order pengadaan barang
sebuah intansi, uang sebesar Rp. 250.000.000,- mungkin hanya berlaku untuk satu
kali PO saja. Sebegitu sederhananya bisnis seperti ini juga sangat mudah untuk
diselewengkan. Ada yang diselewengkan dengan skema ponzi /modus investasi palsu,
sudah banyak model-model bisnis seperti ini yang berakhir dengan gigit jari.
Jika anda memiliki dana terbatas dan ingin berinvestasi, saya tidak
merekomendasikan bisnis ini.
Bisnis Berkepanjangan
Mau tidak mau bisnis ini akan lebih baik jika anda sebagai investor
terjun langsung dan berkontribusi terhadap berjalannya bisnis ini, kalau uang
sudah tentu, paling tidak menambahkan pikiran dan sedikit tenaga untuk ikut
andil pada prosesnya. Diadakan rapat koordinasi antara dewan komisaris dan
dewan direksi. Tentu saja bisnis ini tidak bisa diharapkan mendapatkan Break
Event Point atau kondisi impas dalam waktu yang cepat, karena dalam bisnis ini
cenderung membutuhkan perbaikan dan penambahan-penambahan aset. Semakin besar
perusahaan makan semakin besar biaya operasional dan penambahan asetnya.
Contoh sederhana bisnis ini adalah bisnis Mie Ayam, uang
sebesar Rp. 250.000.000,- jika dibagi 25 juta / lapak maka akan kita dapatkan
10 lapak Mie Ayam. Dengan struktur organisasi yang jelas diantara Investor,
Pengelola dan penanggung jawab lapak, bisnis akan berjalan dinamis, dan akan
berjalan ketika inovasi dan pelayanan pasar selalu meningkat, disinilah
diperlukan kontribusi dari berbagai pihak.
Bisnis seperti ini cenderung lambat hasilnya, tapi tentu
saja berkepanjangan, kalaupun ada penyelewengan dana, antisipasi dan
penanggulangannya akan cenderung mudah dibanding bisnis instan. Sederhananya
jika rugi ya tidak rugi banget, paling biaya operasional saja yang tidak
kembali, sementara asset masih bisa diuangkan walaupun ada penyusutan.
7. CONTOH BISNIS INFORMATIKA BISNIS DALAM KEHIDUPAN SEHARI
– HARI
Ø Online Shop
Ø E-Commerce
Ø Penjualan Sistem Informasi
Ø Penjualan Aplikasi Android
Ø Penjualan Website Perusahaan/Pribadi
Ø Penjualan Hosting/Domain
Ø Reseller Hosting/Domain
Ø Penjualan Dedicated Server dan VPS
Ø dll
Tidak ada komentar:
Posting Komentar