Selasa, 19 Januari 2016

Pengantar Bisnis Informatika


1. Pengertian Bisnis

   Menurut Hooper, bisnis adalah Segala dan keseluruhan kompleksitas yang ada pada berbagai bidang seperti penjualan (commerce) dan industri, industri dasar, processing, dan industri manufaktur dan jaringan, distribusi, perbankkan,insuransi, transportasi, dan seterusnya yang kemudian melayani dan memasuki secara utuh (which serve and interpenetrate) dunia bisnis secara menyeluruh.
Sedangkan menurut Urwick dan Hunt, bisnis adalah segala perusahaan yang membuat, mendistribusikan, ataupun menyediakan segala barang ataupun jasa yang dibutuhkan oleh anggota masyarakat lainnya serta bersedia dan mampu untuk membeli atau membayarnya.
Menurut Prof. Owen, bisnis adalah sebuah perusahaan yang berhubungan dengan produksi dan distribusi barang-barang untuk dijual ke pasaran ataupun memberikan harga pada setiap jasanya.
Menurut Prof. L. R. Dicksee, bisnis adalah suatu bentuk aktivitas yang utamanya bertujuan untuk memperoleh keuntungan bagi yang yang mengusahakan atau yang berkepentingan dalam terjadinya aktivitas tersebut.

2. Fungsi Bisnis

Fungsi bisnis adalah untuk menciptakan nilai (kegunaan) suatu produk, yang semula kurang bernilai, setelah diubah atau diolah menjadi menjadi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat / konsumen.Nilai kegunaan (utility Value) yang diciptakan oleh kegiatan bisnis, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat adalah terangkum dalam fungsi utama bisnis.
Fungsi utama bisnis adalah menciptakan nilai suatu produk atau jasa dengan cara :
· Mengubah bentuknya (form utility), yang tidak lain dari fungsi produksi.
· Memindahkan tempat produk itu (place utility), atau fungsi distribusi.
· Mengubah kepemilikan (possessive utility), yaitu fungsi penjualan.
· Menunda waktu kegunaan (time utility), atau fungsi pemasaran
  Steinhoff menyebutkan ada tiga fungsi utama bisnis, yaitu :
· Acquiring raw material (Mencari bahan mentah)
· Manufacturing raw materials into product (Mengubah bahan mentah menjadi    barang jadi)
· Distributing product to consumers (Menyalurkan barang yang sudah jadi  tersebut ketangan konsumen)

3. Mikro dan Makro Bisnis

Dalam bisnis juga terdapat Mikro dan Makro ekonomi. Makro ekonomi dan Mikro ekonomi adalah dua cabang utama ekonomi. Mikroekonomi adalah cabang yang berfokus pada bagaimana individu, rumah tangga, dan organisasi membuat keputusan mereka untuk mendistribusikan sumber daya yang terbatas, biasanya di pasar yang melihat perdagangan barang atau jasa. Ekonomi mikro mempelajari bagaimana keputusan-keputusan ini mempengaruhi umum pasokan dan permintaan untuk komoditas dan jasa. Seperti kita ketahui, pasokan adalah salah faktor yang menentukan harga, yang pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa. Mikro ekonomi biasa juga disebut sebagai pandangan "bottom-up economy" (bawah ke atas), atau bagaimana orang berurusan dengan uang, waktu, dan sumber daya yang tersedia.
Mikro ekonomi berfokus pada pasokan dan permintaan dan kekuatan lain yang menentukan tingkat harga yang terlihat dalam perekonomian. Sebagai contoh, mikroekonomi akan melihat bagaimana sebuah perusahaan tertentu bisa memaksimalkan produksi itu dan kapasitas sehingga dapat menurunkan harga dan lebih mampu bersaing dalam industrinya.
Sedangkan Makroekonomi adalah cabang yang mempelajari "jumlah total kegiatan ekonomi, berhubungan dengan masalah pertumbuhan, inflasi, pengangguran, kebijakan nasional ekonomi yang berasal dari inisiatif pemerintah (misalnya perubahan tingkat pajak, dll). Sebagai contoh, makroekonomi akan melihat bagaimana peningkatan / penurunan ekspor bersih akan mempengaruhi jumlah devisa suatu bangsa atau bagaimana GDP akan dipengaruhi oleh tingkat pengangguran.

4. Aspek - Aspek Bisnis

  A.Aspek Pasar 

Membaca pasar secara akurat merupakan langkah yang sangat penting sebelum memulai usaha. Produk pesaing yang banyak bukan alasan kita untuk mengurungkan niat memulai usaha. Justru sebaliknya dengan banyak nya pesaing memperlihatkan bahwa pasar yang kita masuki sangat terbuka. Sebaliknya kalau jumlah pesaing sedikit atau tidak ada, jangan lantas kita terjun ke ceruk pasar tersebut, jangan-jangan memang tidak ada pangsa pasarnya. Bila kita memasuki pasar yang ketat kuncinya adalah produk yang unik, yang berbeda dengan yang lain, yang ada keunggulannya dengan yang lain.

  B.Aspek Pemasaran 

Berdasarkan analisis pasar yang ada, aspek pemasaran harus disesuaikan dengan target market yang akan kita bidik. Perlu diperhatikan empat aspek pemasaran yaitu 4 P :
Product
Produk / Jasa mencakup mutu, kemasan, layanan, rasa, purna jual yang disesuaikan dengan konsumen.
Price (Harga)
Harga harus disesuaikan dengan target konsumen yang akan kita bidik. Harga untuk konsumen yang berpenghasilan tinggi, menengan, atau bawah. Sesuaikan harga, produk dengan target konsumen.
Place (Tempat Menjual)
Lokasi adalah salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan. Setiap usaha mempunyai kharakteristik tempat yang disesuaikan dengan jenis usaha dan target konsumennya. Lakukan survey untuk mencari tempat yang sesuai. Amati potensi pasarnya, potensi permintaanya, dan prospek pengembangan wilayahnya.
Promosi
Promosi tidak harus mahal, brosur, iklan baris adalah salah satu bentuk promosi. Produk yang bagus pun bisa menjadi bentuk promosi mouth to mouth jika produk kta kita memang disukai konsumen. Lakukan promosi yang kontinyu supaya memberikan effek kontinuitas produk kita.

  C.Aspek SDM 

SDM adalah salah satu asset usaha yang berharga, sebelum memilih pegawai perhatikan masalah kepribadian, kesetiaan dan kemampuanya. Kalau usaha kita masih kecil pilihlah pegawai yang serba bisa atau multitasking Job Desk, sehingga kita bisa menghemat anggaran.

  D.Aspek Teknis 

Aspek teknis berkaitan erat dengan teknis produksi dan operasional. Kita harus merencanakan dengan baik bagaimama produksi berjalan, dimana kita mencari bahan baku, bagaimana proses produksinya, bagaimana cara pengemasannya. Kita sebaiknya memiliki keterampilan yang baku dalam aspek ini supaya menghasilkan produksi yang efisien dan effektif.

  E.Aspek Keuangan 

Aspek yang paling penting dalam studi kelayakan usaha adalah perhitungan matematis untung rugi. Berapa modal yang dibutuhkan. Berapa biaya produksi, biaya promosi sehingga kita bisa menentukan harga jual yang kompetitif dengan memperjuangkan keungtungan yang kita harapkan. Kita juga harus memperhitungkan return of investment (ROI) atau tingkat pengembalian modalnya. Perhatikan juga arus kas (Cashflow). Selama arus kas masuk lebih besar dari arus keluar berarti usaha kita tetap bisa jalan. Arus kas diibaratkan darah dalam tubuh kita.Perlu diketahui studi kelayakan ini untuk usaaha dalam skala kecil atau rumahan yang tidak memerlukan perhitungan yang rumit.

5. Proses Bisnis

Proses Bisnis adalah suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan (demi meraih tujuan tertentu). Suatu proses bisnis dapat dipecah menjadi beberapa subproses yang masing-masing memiliki atribut sendiri tapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari superprosesnya. Analisis proses bisnis umumnya melibatkan pemetaan proses dan subproses di dalamnya hingga tingkatan aktivitas atau kegiatan.

6. Karakter Bisnis

Bisnis Instan
Dari segi keuntungan, bisnis ini cenderung cepat memberikan hasil, margin dari investasi yang diberikan cenderung besar hitungan bisa diatas 10% perbulan. Modal yang dikeluarkan pun cenderung besar, dengan pertanggung jawaban pengelola yang sangat singkat, paling lama hanya 3 hingga 4 bulan saja ya walaupun ada yang sampai 1 tahun. Bisnis seperti ini cenderung mudah untuk diselewengkan, karena konsep bisnis ini terlalu sederhana bagi sang investor. Cukup menginvestasikan dana –> Menandatangani akad bagi hasil / prosentase margin –> Mendapat Margin + Modal –> Jika ingin diperpanjang maka dibuat akad baru, jika tidak maka selesai.
Contoh bisnis ini adalah Purchasing Order pengadaan barang sebuah intansi, uang sebesar Rp. 250.000.000,- mungkin hanya berlaku untuk satu kali PO saja. Sebegitu sederhananya bisnis seperti ini juga sangat mudah untuk diselewengkan. Ada yang diselewengkan dengan skema ponzi /modus investasi palsu, sudah banyak model-model bisnis seperti ini yang berakhir dengan gigit jari. Jika anda memiliki dana terbatas dan ingin berinvestasi, saya tidak merekomendasikan bisnis ini.
Bisnis Berkepanjangan
Mau tidak mau bisnis ini akan lebih baik jika anda sebagai investor terjun langsung dan berkontribusi terhadap berjalannya bisnis ini, kalau uang sudah tentu, paling tidak menambahkan pikiran dan sedikit tenaga untuk ikut andil pada prosesnya. Diadakan rapat koordinasi antara dewan komisaris dan dewan direksi. Tentu saja bisnis ini tidak bisa diharapkan mendapatkan Break Event Point atau kondisi impas dalam waktu yang cepat, karena dalam bisnis ini cenderung membutuhkan perbaikan dan penambahan-penambahan aset. Semakin besar perusahaan makan semakin besar biaya operasional dan penambahan asetnya.
Contoh sederhana bisnis ini adalah bisnis Mie Ayam, uang sebesar Rp. 250.000.000,- jika dibagi 25 juta / lapak maka akan kita dapatkan 10 lapak Mie Ayam. Dengan struktur organisasi yang jelas diantara Investor, Pengelola dan penanggung jawab lapak, bisnis akan berjalan dinamis, dan akan berjalan ketika inovasi dan pelayanan pasar selalu meningkat, disinilah diperlukan kontribusi dari berbagai pihak.
Bisnis seperti ini cenderung lambat hasilnya, tapi tentu saja berkepanjangan, kalaupun ada penyelewengan dana, antisipasi dan penanggulangannya akan cenderung mudah dibanding bisnis instan. Sederhananya jika rugi ya tidak rugi banget, paling biaya operasional saja yang tidak kembali, sementara asset masih bisa diuangkan walaupun ada penyusutan.

7. CONTOH BISNIS INFORMATIKA BISNIS DALAM KEHIDUPAN SEHARI – HARI

Ø Online Shop
Ø E-Commerce
Ø Penjualan Sistem Informasi
Ø Penjualan Aplikasi Android
Ø Penjualan Website Perusahaan/Pribadi
Ø Penjualan Hosting/Domain
Ø Reseller Hosting/Domain
Ø Penjualan Dedicated Server dan VPS
Ø dll


Tidak ada komentar:

Posting Komentar